kerinduan telah bersembunyi dibawah telapak kaki
menyebakkan wewangian cengkeh disetiap lembar buku yang kubaca
aku pulang dengan sembab, sayang
pada sebuah tubuh yang semu
lelehan kopi pada linggamu ingin aku lumat-terus menerus
sebab rahimku terus mengeluarkan kata
lekuk tubuhku menggeliat seperti rel-rel berkarat
kini aku harus pulang
pergi cemburu mencumbuimu
dengan puisi

0 comments:
Post a Comment