benalu di padang penis

/ /
diantara mereka, kau adalah satu-satunya lelaki yang telah kami kasihi dengan segenap suluh perlawanan di tengah perapian mata kami. rupa-rupanya memang dan akan ada yang lebih mengerikan dari sebuah hubungan personal dua manusia, bukan perkara seberapa sering kau menanggalkan pakaian di depan kekasihmu atau seberapa sering kau melayaninya dengan tagihan-tagihan yang belum juga kau rampungkan. kau lebih senang menyebutnya dengan istilah sayang, nyaman, suka sama suka, hingga pada akhirnya akan meruncing pada sebuah kata cinta, sementara kejahatan mendasar dalam sebuah hubungan terletak pada kata cinta itu sendiri. cinta telah menjelma menjadi sebuah alat manipulasi untuk mendapatkan apa yang kau inginkan, seperti halnya nilai tukar yang akan terus kau gunakan untuk memuaskan nafsu fantasimu.

bahwa pada kenyataannya manusia dengan latar kelas sosial nasi berbungkus adalah manusia yang rupa-rupanya ingin mencicipi sedikit kelegaan nafas dari sesaknya kemiskinan. keadaan yang telah mengitimidasinya telah membuat otak tak mampu untuk dapat berdiri sebab yang mampu berdiri dengan tinggi adalah tiang yang akan selalu menegang di antara kedua selangkangan. seseorang akan melakukan hal apapun untuk mendapatkan gelar "nama baik" dengan cara menjatuhkan - yang dianggap lawan ke dalam jurang kehinaan. sehingga laki-lakimu ataupun laki-lakiku akan lebih senang menyebut kami sebagai seorang pelacur sebab hal tersebut akan lebih mudah untuk melegitimasi kemasan di balik celana dalamnya dengan sebuah logo bercapkan "halal". kemudian ia akan lebih senang untuk membenarkan seluruh perkataannya bahwa "aku tak berdosa dalam hal berhubungan dengan seorang perempuan manapun, baik itu denganmu maupun dengan mereka. sebab laki-laki memang harus memilih di antara ribuan hawa yang sanggup memberikanku kepuasan materi maupun kepuasan pribadiku sendiri" maka kata cinta adalah sesungguhnya tipuan mendekati mujarab. sebab laki-laki baik adalah laki-laki yang mengatakan kepada kekasihnya bahwa keperjakaannya hanya mampu ditumbangkan oleh kocokkan jemarinya sendiri. sementara perempuan baik-baik adalah perempuan yang tak pernah bertelanjang di depan kekasihnya. barangkali aku hanya mengenal lelaki dari sebuah berita koran atapupun berita-berita televisi yang terus menyemburkan "kesewenang-wenangan" atas dirinya sebagai puncak tertinggi kepala agama. sejak saat itu aku terlampau mengira bahwa lelaki yang tak pernah memunculkan wajahnya pada sebuah berita koran maupun televisi adalah mereka lelaki yang paham betul akan nilai-nilai kemanusiaan. 

kiranya tak banyak yang dapat kulakukan selain memeluk tubuh kedua perempuanku dengan penuh khidmat. kurasakan seluruh kemarahannya hingga pucuk kepalaku mengaung. mereka adalah satu wajah yang sama dalam bingkai tragisnya sebuah pengkhianatan. sehingga lampai tubuh laki-lakimu juga laki-lakiku yang begitu kecil akan terlihat semakin mini oleh kekerdilan otak yang tak mampu bernalar dengan baik. tak banyak pula yang dapat kulakukan kepadanya, sebab ia terus menyemburkan percikan suam liur dari dalam mulutnya. mulut yang telah mengaliri aroma sangit di setiap paginya, masuk ke dalam kerongkonganku kemudian menjalar dan memasuki pori-pori kulitku. mulut yang terus menyibakkan sampah dari suara yang terus ditimbulkannya. dan tubuh yang menggigil oleh kebekuan langgam pikirnya yang begitu sempit. maka kuputuskan bahwa perlawananku kepadanya adalah dengan kedua mataku. sebab aku lebih mempercayai mata ketimbang sebuah mulut .

maka perempuanku, adakalanya dirimu adalah sebuah harga yang tak dapat ditawar, bahkan dengan kerangka cinta sekalipun. ketika mereka mengatakan bahwa sakralitas keintiman seks adalah sebuah ikatan perkawinan, sesungguhnya merekalah yang tak paham akan sakralitas itu sendiri. sebab seseorang yang telah mengagung-agungkan nilai perkawinan adalah mereka pula yang melonggarkan perkawinan ke dalam lubang gerilya milik tetangga seberang. oleh karenanya sakral adalah tubuhmu. seluruh rangkaian yang menempel di tubuhmu. sebab tubuhmu adalah otoritas bagi dirimu sendiri. maka apabila seseorang telah memanipulasi tubuhnya dengan sebuah kata cinta tanpa mengetahui transendental tubuh itu sendiri, sesungguhnya mereka ada benalu. tubuh tak melulu hanya sebagai sebuah alat reproduksi namun tubuh adalah tubuh yang bertanggung jawab, baik kepada dirimu sendiri maupun pasanganmu. 


0 comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2010 fragmenhujan, All rights reserved
Design by DZignine. Powered by Blogger