di samping stasiun klender

/ /
ketika debu memadati rupa jalan.
menjelma dua laki-laki berebut kabut.
sedangkan seorang penjual kopi separuh baya
bergeming menikmati alunan senja.
duduk disebelahnya seorang perempuan 
bertubuh kecil namun sintal.
"kalau ada perempaun sendirian gini, jajanin minum dong!" 
ia berujar kepada laki-laki dihadapannya 
seraya merogoh receh di kantung celana.
"kalau lu single sih gue bayarin. lu udah punya laki sih!" jawabnya.
"alah! gue ada laki, lu tetep aja main sama gue." perempuan tersebut mencibir.
rupa jalan tak henti-hentinya membunyikan sebuah 
perayaan pasar malam.
matahari menyinari hujan menjadi serpihan kilau kristal.
tegap berdiri penumpang bis kota menunggu
tuhan menjelma hujan dan berkata:
kemarilah, pak. sebab kristal-kristal itu akan membakari tubuhmu
dengan percik apinya. kupersembahkan sebuah perisai untukmu.
mataku mengerling padanya 
kami tersenyum
gemuruh
gaduh
pasar malam
aku termangu
garis lurus menghadap suara yang tak asing itu
stasiun klender



0 comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2010 fragmenhujan, All rights reserved
Design by DZignine. Powered by Blogger