tunduk terkulai dahang
di kuyup pucuk muram
nyanyian burung bisu
tak ada api di selembar daun
untuk mengatakan bahwa kekasihku
telah meniupkan asap di keningku
seruput cangkir bibir
menetes kopi di kupingnya
mengepul rembang
menjulurkan lidah
dan memilinya bersama
mimpi hujan pagi
tubuh berakar segala arah
abu warna membubung pekat
aku beku
inginkan api di jemariku

0 comments:
Post a Comment