pagi jendela

/ /
tunduk terkulai dahang
di kuyup pucuk muram
nyanyian burung bisu

tak ada api di selembar daun
untuk mengatakan bahwa kekasihku
telah meniupkan asap di keningku

seruput cangkir bibir
menetes kopi di kupingnya
mengepul rembang
menjulurkan lidah
dan memilinya bersama
mimpi hujan pagi

tubuh berakar segala arah
abu warna membubung pekat
aku beku
inginkan api di jemariku

0 comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2010 fragmenhujan, All rights reserved
Design by DZignine. Powered by Blogger