sesuatu itu telah kau genggam begitu erat. sehingga ketika kau menapaki setiap derap langkah kau akan begitu berhati-hati menjaganya. barangkali suatu nikmat rasa yang telah kau tanam di bawah telapak kakimu. bersama hujan menyemai bersama. kemudian menjalar tumbuh hingga puncak ubun-ubunmu. namun semua akan luruh seketika kau tahu bahwa manusia tak sanggup merawat lidah-lidahnya. rayap-rayap seolah redam memasuki pori-porimu dan menggrogoti seluruh isi tubuhmu. suwung. seperti pohon bambu di terpa deru angin malam. meliuk-liuk lirih dengan lampai kemudian rebah. kekosongan. jika seseorang mengetuk tubuhmu terasa udara hampa di dalamnya. di bawah bantal telah membuncah ranjang. tanganmu membeku saat kau mengenggam segumpal bara. akulah yang telah membakari kepalaku dengan api, katamu. mengebur bersama barah.

0 comments:
Post a Comment