selembar tubuh pengakuan

/ /
sebuah suara yang akan menjalar pada setiap kota yang telah dilaluinya adalah bagian dari sisa-sisa juga jejak persinggahan pada sebuah wajah asing yang tak dikenal, kecuali harum keringat di ujung pelipis mata sebelum pada akhirnya hujan memenuhi tubuh jendela yang memudar olah uap-uap dingin di setiap nafas yang menghembuskan guritan sepanjang perjalanan menempuh. seseorang telah belajar untuk menguraikan beberapa hal tentang tubuhnya; bahwa hal mendasar adalah aku tak terikat untuk apa-apa. bahkan oleh tubuhmu yang dirasuki kepala-kepala berhala kebenaran yang tak dapat kupahami sedikitpun. 

terlepas dari keadaan yang telah membelanggumu pada sebuah terali besi yang menjajar selingkup lekuk perut ibumu, jauh sebelum itu aku telah mendengar tentang pengakuan dari seorang laki-laki yang telah meminjamkan selempar tubuhnya ke dalam tubuhmu; sebelum dilahirkannya, aku telah menjadi seorang pengembara sebelum sampai pada akhirnya aku menjadi seorang pemburu. aku paham dan mengerti tentang siapa diriku dan apa yang akan tertuju kelak. kini aku bertumbuh menjadi seorang lelaki dengan penuh keremangan saat dimulainya kelahiranku, aku tak menangis juga tak tertawa. hanya saja di dalam tubuhku ada sedikit kebuasan yang mematikan. tentu ibu tak mengajari kebuasan seperti itu. oleh karenanya aku ingin membunuh kelahiranku sendiri melalui ibu dan ayahku. dan inilah langgamku bagaimana aku harus pergi dari sebuah gamang yang mengambang dan menyedihkan. kebuasanku telah menjadi sebuah parang bagi dirimu.

//

tak lagi kutemukan tubuhmu
kecuali pucat pada bibirmu
kau barangkali telah terdamar juga terbakar
oleh hujan menguyur kelopak matamu
rata
terinjak
dan kau tak lagi tumbuh seperti biji matahari

0 comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2010 fragmenhujan, All rights reserved
Design by DZignine. Powered by Blogger